Reborn
  
HARI INI UNTUK ESOK: KUASA KEBANGKITAN MENYONGSONG MASA DEPAN
Dipublikasikan pada 05 April 2026
5 min baca

Matius 28: 1-10; Mazmur 118: 24

S’BAB DIA HIDUP

Anak Allah Yesus nama-Nya

Menyembuhkan, menyucikan

Bahkan mati tebus dosaku

Kubur kosong membuktikan Dia hidup

S’bab Dia hidup ada hari esok

S’bab Dia hidup ku tak gentar

Karna ku tahu Dia pegang hari esok

Hidup jadi berarti s’bab Dia Hidup

Salam bagimu! Jangan takut! Adalah dua sapaan Tuhan Yesus di kala fajar menyingsing pada Minggu Paskah. Dia yang bangkit menyapa kita semua. Sapaan “janganlah takut” meneguhkan Maria Magdalena dan Maria yang lain, sekaligus kita semua pada saat ini agar kita tegar sekalipun dalam masa-masa sukar. Ketakutan sering menghantui hidup manusia. Takut dengan situasi dan dampak perang Amerika, Israel dan Iran, takut akan masa depan yang tak pasti, takut akan beban-beban ekonomi dan sakit penyakit, bahkan ketakutan atas kematian. Sapaan “jangan takut” menegaskan bahwa kematian bukan akhir kehidupan Yesus. Kuasa dosa dan maut dikalahkan oleh Yesus. Yesus bangkit. Dia hidup dan membawa kemenangan. Kita dikuatkan agar tidak takut dalam menjalani kehidupan, sebab ada janji Tuhan yang meneguhkan dan menyertai umat-Nya. Kebangkitan Tuhan Yesus menaklukkan segala kuasa dunia, kuasa kematian, termasuk kuasa ketakutan itu sendiri.

Sapaan “salam atau shalom bagimu” meneduhkan Maria Magdalena dan Maria yang lain, sekaligus kita semua pada saat ini agar kita tetap tenang sekalipun di tengah kegaduhan perang dan hidup yang penuh tantangan. Kegelisahan sering menghantui hidup manusia. Gelisah pada aneka macam situasi dan kondisi yang mencemaskan. Sapaan “salam bagimu” menegaskan bahwa di dalam dan bersama kuasa Yesus yang bangkit ada kesanggupan untuk menjalani hidup dengan tenang dan dalam damai sejahtera. Sebab Dia yang bangkit adalah Sang Sumber Damai sejahtera yang melampaui segala akal. Damai sejahtera itu berwujud ketenangan batin dari Allah yang tidak bergantung pada situasi duniawi, melainkan pada keyakinan dalam Kristus. Damai sejahtera ini menjaga hati dan pikiran manusia dari kekuatiran, melampaui pemahaman logis manusia, terutama saat menghadapi masalah berat. Damai sejahtera ini tidak dapat dijelaskan oleh logika manusia dan sering muncul justru saat situasi secara manusiawi tidak memungkinkan untuk tenang. Damai sejahtera Allah berperan sebagai penjaga, melindungi hati (emosi) dan pikiran dari kecemasan, rasa takut dan kekuatiran. Damai sejahtera ini didapatkan melalui sapaan Yesus dalam relasi yang intim (Flp.4:7). Dua sapaan ini menjadi titik tolak untuk menjalani hari ini, esok dan menyongsong masa depan.

Berbekal dua sapaan yang menyentuh intisari masalah kehidupan, Maria Magdalena dan Maria yang lain, sekaligus kita semua diutus untuk menjadi saksi Injil Kristus yang menghantar terjadinya perubahan identitas dan orientasi hidup. Cara berpikir, bertindak dan berharap, semuanya berubah. Hidup hari ini dan esok tak lagi sama. Kita menjadi umat-Nya yang menjalani hari ini dan esok dalam kuasa kebangkitan-Nya, dan menyongsong masa depan dalam pengharapan. Yesus yang bangkit menyatakan bahwa pengharapan lebih kuat dari keputusasaan. Kabar Injil harus dibawa kepada segala bangsa karena kasih Allah tidak terbatas. Kita diubah untuk hidup dalam visi surgawi dan semangat kebangkitan.

Selamat Paskah...

Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita di dalamnya! (Mzm.118:24).

Amin.

*Pdt. Setyahadi

Bagikan
Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya
Bagikan Artikel Ini